Jumat, 16 September 2011

BENTUK KARANGAN

BENTUK KARANGAN
1.Eksposisi
Contoh :
                                                   Kemacetan
Akhir-akhir ini ruah jalan dikota Bandung mengalami kemacetan, ini berdampak disiplin masuk kerja menurun . Banyak orang menjadi stress dari kemacetan kendaraan ini oleh karena itu,pemerintah harus segera mengambil tindakan bijaksana untuk mengatasi masalah kemacetan ini dengan salah satu cara membuat jalan laying di tempat-tempan yang mengalami kemacetan kendaraan itu.

2. Argumentasi
Contoh:
                                                   Turap Sungai Banjir
Turap sungai banjir kanal Barat sepanjang 40 m yang terletak dikawasan tanah Abang, Jakarta Pusat, dini hari ambrol.Akibatnya sebagian pinggir jalan Administrasi Negara 1 longsor .Pekerjaan turap yang dilaksanakan oleh PIPWSCC Departemen Pekerjaan umum dengan kontraktor PT Gompar Jaya itu belum sempurna sehingga aliran sungai yang pada Minggu sebelumnya sangat deras langsung menempas turap.kerugian diperkirakan mencapai Rp 70 juta.
Akibat ambrolnya turap ,fungsi jalan menjadi terganggu . pekerjaan pun menjadi molor hingga tiga minggu .”mereka harus mengecor lagi dari awal sepanjang 40 meter dengan ketinggian 3 meter ,ketebalan 20 meter”.

3.Deskrifsi
Contoh :
                                      Lima Menit Jadi Sultan
Dengan pakaian yang sebagus-bagusnya , saya pergi sembahyang hari raya ke mesjid Sultan.waktu iti,saya masih muda,jadi saya belum seburuk sekararang ,tidak banyak, tapi sedikit ada juga tamapan-tampan raja-raja.saya bertemu dengan orang yang sudah banyak disana dengan pakaian yang bagus-bagus dan bau-bauan yang semerbak.
Selesai sembahyang , sebagai biasa orang-orang pun berebut pergi bersalaman dengan tuanku Sultan. Saya pun pergi juga,Agaknya karena baginda merasa lesu.Karena susah untuk mundur kembali,terus saja saya duduk dekat tempat Sultan duduk tadi . Bukan main herannya saya ketika orang banyak berebut-rebut  menjabat tangan saya dengan sepenuh-penuhnya hormat.
Mula-mula saya hendak menerangkan kekeliruan itu , akan tetapi saya urungkan karena terfikir oleh saya,bahwa mereka itu lebih beruntung rasanya jika tidak mengetahui hal yang sebenarnya.
3. Persuasi
Contoh:
                                       Jagalah kebersihan
Dilingkungan sekitar sekolah SD masih belum terjaga kebersihannya ,masih banyaki sampah-sampah berserakan dimana-mana.Dihalaman kelas masih terdapat rumput-rumput yang liar dan tumbuh tinggi. Para siswa masih banyak yang membuang sampah sembarangan.
Maka dari itu, untuk mencegahnya marilah kita melakukan kegiatan bersih-bersih setiap satu minggu sekali, misalnya setiap hari sabtu dan janganlah kita membuang sampah sembarangan . Ayolah buang sampah pada tempatnya.
5. Narasi
Contoh:
                                   Tabrak Lari
Tadin pagi ada seorang ibu membawa anaknya pergi kepasar,tiba-tiba saat mereka menyebrang ada seorang pemuda mengendarai motor dengan kencang, dan mereka pun tertabrak.yang lebih parahnya lagi pemuda itu tidak bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya ,untungnya ada yang menolong mereka langsung dibawa kerumah sakit.setelah kedian itu ada seseorang yang melaporkanya ke polisi dan tersangka segera dibawa kekantor polisi dan diperiksa lebih lanjut lagi.

NAMA: LUSI HERLINA
KLS       : 1 C

Kamis, 15 September 2011

SEMANTIK( Jenis makna,perubahan makna,dan hubungan makna dengan bentuk)

1.      Makna leksikal .
Makna kata atau berdasarkan kamus atau leksikon(makna kata berdefinisa).
Contoh:
·         Bumi adalah planet yang dihuni oleh manusia
·         Motor adalah kendaraan beroda dua
·         Rumah adalah tempat orang-orang tinggl
·         Sekolah adalah tempat dimana anak-anak menimba ilmu
·         Makanan adalah hal utama bagi kelanjutan hidup manusia
2. Makna Gramatikal
          Makna kata yang terjadi karena
a.       Pengimbuhan
Contoh:
·         Tergambar
·         Menggambar
·         Gambaran
·         Bermain
·         Mainan
b.      Pengulangan
Contoh:
·         Gambar- menggambar
·         Salam-salaman
·         Pukul- memukul
·         Tendang- menendang
·         Coret-coretan
c.       Ditempatkan dalam frase, klausa.
Contoh:
·         Ibu menunggu dari tadi di rumah
·         Ayah tidak pulang dari kemarin
d.      Intonasi
Contoh:
·         Adik makan.
·         Adik makan!
·         Adik makan?
3. Makna denotasi adalah makna yang menunjukan langsung pada acuan atau makna dasarnya .
            Contoh:
·         Ibu sedang memasak daging
·         Kaka sedang bermain bola di belakang rumah
·         Ade memakai baju muslim yang baru
·         Adik memakan nasi
·         Ibu membeli sayuran dipasar
4. Makna konotasi adalah makna kiasan, ungkapan, idiomatis, sampingan, banyak alternatif, atau tidak sebenarnya.
            Contoh:
·         Buah bibir
·         Kambing hitam
·         Bunga desa
·         Lintah darat
·         Lapang dada
4.2 Perubahan makna
            1. amelioratif adalah makna kata sekarang dirasakan lebih baik atau tinngi dari pada sebelumnya atau semula.
                        Contoh:
·         Pramunikmat
·         Wanita
·         Warakauri
·         Rombongan
·         Istri
              2.Peyoratif adalah makna kata sekarang dirasakan kurang baik dari pada sebelumnya atau semula.
            Contoh:
·         Gerombolan
·         Kawin
·         Oknum
·         Perempuan
·         Bini
3.Meluas adalah cakupan makna sekarang lebih luas dari pada makna lama.
Contoh :
·         Petani
·         Peternak
·         Ade
·         Ibu
·         Bapak
           4.Menyempit adalah cakupan makna sekarang lebih sempit dari pada makna lama.
            Contoh :
·         Sastra
·         Pembantu
·         Pesantren
·         Kyai
·         Sarjana
5.Asosiasi makna yang muncul karena persamaan sifat.
Contoh :
·         Menurut kacamata saya, strategi tersebut kurang tepat
6. sinestisia adalah makna yang muncul karena pertukaran
Contoh:
·         Namanya harum, seharum bunga
·         Perkataannya sangat pedas
·         Suaranya sedap didengar
·         Pidatonya hambar

4.3 Hubungan Makna dengan Bentuk
            1. sinonim adalah kata-kata yang memiliki makna sama
               a. Sinonim persis atau lengkap (saling menggantikan)
                        contoh :
·         Sudah= telah
·         Amat = sangat
·         Sebab = karena
·         Ibu = bunda
·         Kaka = kakanda
    b.Sinonim mirip (tidak saling menggantikan)
            Contoh :
·         Untuk= bagi =buat=guna
·         Cinta= kasih = sayang
·         Melihat = mengerling= menatap= menengok
2.Antonim adalah kata-kata yang memiliki makna berlangganan.
Contoh :
·         Bertanya>< Menjawab
·         Malam >< Siang
·         Laki-laki>< Perempuan
·         Ibu>< Bapak
·         Tinggi>< Pendek
3.Homonim adalah dua kata atau lebih yang ejaannya sama, lafalnya sama, tetapi maknanya berbeda.
Contoh :
·         Kopi = minuman
·         Kopi = salinan
·         Genting = atap rumah
·         Genting = ricuh
·         Bisa = racun
·         Bisa = dapat
·         Pacar = teman dekat
·         Pacar = pewarna kuku
·         Coklat = buah
·         Coklat = warna

4.Homograf adalah dua kata yang sama atau lebih yang tulisannya sama,ucapan berbeda, dan maknanya berbeda.
Contoh :
·         Tahu = makanan
·         Tahu = paham
·         Apel = buah
·         Apel = upacara
·         Teras = inti kayu
·         Teras = bagian rumah 
·         Memerah = susu sapi
·         Memerah = menjadi merah
5.Homofon adalah dua kata yang sama bunyi dan lafal tetapi makna dan tulisan berbeda.
Contoh :
·         Masa - massa
·         Sangsi - sanksi
·         Bang - bank
·         Tang – tank
·         Seksi - sexy

6.Hiponim adalah kata yang maknanya terangkum di dalam makna yang lebih luas.
   Hiponim di bagi menjadi 2 yaitu:
a.       Superordinat adalah makna atas atau luas(bersifat pertikal)
Contoh:
·         Tubuh
·         Ayam
·         Burung
·         Bunga
·         Ikan
b.      Kohopinimi adalah makna bawah atau sempit bersipat horizontal.
Contoh:
Tubuh : kepala
             Tangan
             Kaki
Ayam  : kate
             Sayur
             Kampung
Burung: Kakatua
              Pipit
              Kutilang
Bunga: Mawar
            Anggrek
            Melati
Ikan: Mas
         Koki
         Arwana
            7.Polisemi adalah kata yang memiliki banyak makna tetapi termasuk satu alur pusat.
               Contoh :
·         Dika jatuh dari sepeda
·         Harga tembakau jatuh
·         Setelah sampai di rumah dia jatuh sakit
·         Tika jatuh dalam ujiannya
·         Hari ulang tahun saya jatuh hari Sabtu.
             

Nama : lusi herlina
Kelas  : 1C
Alamat email : lusi20agustus@gmail.com

Minggu, 21 Agustus 2011

TUGAS INDONESIA TANDA BACA


1.     Tanda  Titik
a.     Alamat pengirim dan tanggal surat
Contoh:  -   Garut, 19 Agustus 2011
-         Bandung  ,5 Juni 2002
-         Leles, 28 Mei 1992
-         Tarogong , 3 April 2000
-         Pamengpek , 2 Desember 1993
b.     Nama dan alamat penerima surat
Contoh:    -    Jalan Ciberem No 24
                     Garut
-         Yth.Sdr.Yoyoh
       Jalan Cibodas No 60
       Garut
-         Kantor Penempatan TKW
        Jalan Gordah No 60
        Jakarta
-         Yth.Bapak Kodim
        Jalan Ponegoro No 33
        Yogyakarta
-         Jalan Cikelet No 66
        Pamengpek





2.     Tanda Koma
a.     Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian dan pembilangan
Contoh:     - Gorengan tempe,kentang balado,dan sop iga disiapkan ibu
                     untuk   berpuka puasa
-         Kemarin saya membeli plsdisk,modem,dan notbook dari toko sehati
-         Minggu lalau kami membuat persepakatan untuk nilai KDPK,Fisiologi,dan Agama
-         Pipit mendapatkan hadiah dari ayah sepatu,tas,dan sepeda
-         Mila membeli baju,sepatu,dan tas dari toko Ria Busana

b.     Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara
Contoh:     -   Kodar bukan teman,melainkan kakak laki-laki saya
                    -   Ibu ingin pergi ke Bandung,tetapi hari hujan
                    -   Ayah ingin membeli baju itu,tetapi barangnya habis
                    -   Pipit bukan anak saya,melainkan anak Rohati
                    -   Rini besok mau pergi belanja,sedangkan saya tidak punya
                         uang
c.      Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat
Contoh :    -   Kalau hari hujan, saya tidak akan pergi bermain
-    Karena sibuk,Ayah lupa akan janjinya
-         Karena malas, Siti sering dimarahin Ibu
-         Jika suka ,saya akan memebeli baju itu
-         Jika aku sedih,Ibu selalau menghibur

d.     Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat
Contoh:    -   Saya tidak akan makan disiang hari pada bulan puasa
-         Saya ingin pergi ke pasar bersama Ibu
-         Paman membeli pakaian dan alat tulis untuk anaknya
-         Sri bukan anak yang suka menyontek
-         Fitri tau kalau surga iti di telapak kaki Ibu
e.     Tanda koma dipakai dibelakang kata ungkapan penghubung antar kalimat
Contoh:    -    Oleh karena itu, kita harus menghormati Ibu
-         Jadi, kapan kita ke Bali?
-         Lagi pula, itu hal yang wajar adik beranya kepada kakak nya
-         Meskipun begitu, Rina menghargai usaha temanya
-         Akan tetapi, beda halnya dengan kakak yang pendiam   
f.       Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dari kalimat
Contoh:    -    Kata Rini,”Saya sangat sedih”
-         “Buanglah sampah pada tempatnya”,kata Ayah
-         “Keluarkan buku pelajaran sekarang”,kata Bu guru
-         “Kumpulkan tugas KDPK”,kata dosen
-         “Baiklah, saya akan mengerjakanya”,kata Roni!
g.     Tanda koma dipakai diantara nama orang dan gelar akademik
Contoh:    -    Drs.Sujiyanto,S.IP.,M.Si. adalah penulis buku yang hebat
-         Dosen KDPK adalah Emi Wulandari ,S.S.T.
-         Ketua Yayasan Akbid Ypsdmi Garut Jabar Bagus Arif Wiwaha,BBA (OH)
-         Dewan pembina Akbid Ypsdmi DR.H.Nana Mulyana,Drs,M.Kes,H.E.S.
-         Telli Lindaris,S.K.M. adalah Direktur Kelembagaan
h.     Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang


sifatnya tidak membatasi
Contoh:    -   Semua murid ,mahasiswa maupun mahasiswi,diwajibkan                                   
                        memakai sepatu hitam
-         Sinta,teman saya,sangat pintar
-         Di daerah kami,misalnya,masih banyak orang –orang yang tidak mampu
-         Di desa saya,Cibodas,sangat padat penduduk
-         Saya,ibu dan adik,sering tidur bersama
  
3.     Tanda Penghubung (-)
a.     Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang
Contoh:     -   Anak-anak itu sangat gembira ketika bermain
-         Pak RT berulang-ulang memberi peringatan kepada warga supaya siaga
-         Rini sangat pemalu sampai pipinya kemerah-merahan ketika ditanya  Bobi
-         Ibu-ibu mengadakan buka bersama di mesjid
-         Saya sangat senang melihat anak-anak pandai mengaji
b.     Kata hubung boleh dipakai untuk memperjelas
Contoh:     -    Dani membeli minyak dengan harga lima-ribuan perkilo
-         Toko BSM hanya untuk orang-orang yang ber-uang
-         Di tengah kota Jakarta banyak tempat yang ber-polusi
-         Harga minyak di Ramayana sangat mahal sekitar lima-puluh-ribuan perkilo
-         Di zaman yang modern ini banyak remaja yang ber-inovasi terhadap barang mewah

c.      Tanda hubung dipakai untuk merangkai
Contoh :     -   Popi mengikuti model kecantikan se-Jawa Barat
-         Aku mendapatkna hadiah ke-2 dari Ayah
-         Ibu sudah mempersiapkan kue sebelum hari-H tiba
-         Pak Rudi memenangkan lomba Bulu Tangkis pada tahun 50-an
-         Motor Suzuki mendapatkan penghrgaan Internasional se-Indonesia
d.     Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahsa indoneia dengan unsur asing
Contoh:    -    Sebelum berorahraga saya biasa melakukan push-up
-         Taufik Hidayat mempunyai smash-an  yang sangat kuat
-         Saya kemarin pergi ke salon untuk di smooth-ing
-         Dokter itu telah me-research virus HIV
-         Ditengah –tengah pertandingan
4.     Angka Dan Lambang Bilangan
a.     Penulisan lambang bilangan tingkat
Contoh:     -   Dalam bab ke -2 ini menjelaskan tentang pernafasan
-         Reni bekerja digedung yang bertingkat-2
-         Kakak kelas tingkat III sekarang sedang menyusun proposal
-         Sate(Inggris),Staat(Belanda),Etat(Prancis),istilah itu sudah dikenal sejak abad ke -15
-         Uu no.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi
b.     Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata
Contoh:    -     Saya makan nasi sehari sampai 3 kali
-         Ibu membuat kue pesanan sebanyak 50 toples
-         Rere menonton film korea sbanyak 5 kali
-         Pada pemilu ini yang hadir 90 orang,30 mendukung PPP,20 mendukung Demokrat,40 mendukung PDI
-         Ayah menjual tigaratus ekor ayam
c.      Lambang bilangan diawal ditulis dengan huruf
Contoh:     - Dua puluh dua anak ayam mati terkena racun
-         Kokom memiliki 22 ekor bebek ternak
-         Wajib per kelas 2 orang untuk perwakilan cerdas cermat
-         Lala mengundang 150 orang tamu
-   Tiga ratusbatang rokok telah dihancurkan petugas.